What A Wonderfull World
www.adinegara.com
I see trees of green, red roses too, I see them bloom for me and you, And I think to myself what a wonderful world, I see skies of blue and clouds of white, The bright blessed day, the dark sacred night, And I think to myself what a wonderful world.
The colors of the rainbow so pretty in the sky, Are also on the faces of people going by, I see friends shaking hands saying how do you do, They’re really saying I love you.
I hear babies crying, I watch them grow, They’ll learn much more than I’ll never know, And I think to myself what a wonderful world, Yes I think to myself what a wonderful world.
Lyric: What A Wonderfull World, by: Louis Armstrong



ORGANISASI DALAM PRODUCTION HOUSE 1st Unit: 1. Produser, membiayai keseluruhan produksi dari awal hingga akhir 2. Production Designer, membuat desain produksi secara detail 3. Sutradara, menekankan seluruh tim tentang apa dan bagaimana pelaksanaan produksi dengan berdasarkan storyboard Yang diperhatikan sutradara: director’s treatment (gaya), shootlist, casting, rehearshal (latihan) 4. Director of Photography (DOP)/ cameramen 5. Lighting Director (LD) 6. Scriptwriter 7. editor 2nd Unit: 1. Grafis/ animator 2. Location manager 3. Casting Director (koordinator artis) 4. perlengkapan
LIWAT tembang Sinom jroning Serat Kalatidha, Pujangga Agung RNG Ranggawarsito ngelingake marang generasi mudha kanthi bait-bait tembang Jawa kaya ing ngisor iki.
Semarang, www.adinegara.com. Sejarah pembatikan di Indonesia berkait erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Tanah Jawa. Dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerjaan Solo dan Yogyakarta.
~sebuah catatan kecil saat hujan malam ini~ Alam berkisah perihal pelangi… Warna-warni itu hadir saat dua unsur berbeda menyatu… Pandangan para pemuja tertuju, pada gerimis yang dirindu… Menantikan pelangi, meski dunia tak lagi terpana… Akankah kali ini bersamanya lagi pelukis langitku…. 




